Skip to main content

follow us

Terungkap! Bagaimana Facebook Mendapatkan Milyaran Data Pengguna, Berpotensi Kepentingan Bisnis

Belakangan ini kita dikejutkan oleh skandal presiden amerika terpilih Donal Trump yang memanfaatkan data pengguna dalam memenangkan kampanye melalui jejaring sosial Facebook. Banyak pihak yang dibuat geram oleh kelakuan perusahaan besutan Mark Zuckenburg ini. Sampai ada beberapa yang memprotes dengan menghapus akun FB milik mereka.

Facebook memberikan pernyataan baru baru ini mengenai cara mereka dalam mengumpulkan data miliaran orang di dunia yang juga termasuk mereka yang tidak memiliki akun FB sekali pun. Disaat menghadapi para anggota DPR-nya Amerika Serikat pekan lalu, Mark suatu waktu tidak dapat menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan oleh seorang wakil rakyat. Demi menjaga kredibilitasnya, pihak Facebook memberikan klarifikasi untuk memberikan jawaban yang ditunda oleh pendirinya tersebut.

Adalah David Baser, Product Management Director Facebook, menjelaskan dalam blognya mengenai cara Facebook bisa mengumpulkan data milik lebih dari 2 miliar penggunanya. Dia juga membeberkan kemampuan Facebook dalam mengumpulkan informasi kepunyaan orang-orang non pengguna.

Begini caranya:
Ada banyak penggunaan dalam situs dan aplikasi yang memanfaatkan layanan dan Facebook untuk membuat konten juga membuat iklan dengan tingkat relevansi yang akurat. Produk dan fitur milik facebook yang digunakan tersebut seperti Social Plugins, Fanpage Facebook, Facebook Login, Facebook Analytics, dan Facebook Ads and Measurement Tools.

Sebagai contoh Social Plugins yang memungkinkan penggunanya untuk berbagi informasi melalui Facebook. Lalu ada produk Facebook Login yang menjadi fasilitas untuk memungkinkan pengguna menggunakan akun miliknya masuk ke dalam situs atau aplikasi lain dan saling terintegrasi.

Ada juga bila kamu menggunakan Facebook Analytics, yang dapat menjadikan situs dan aplikasi lebih mudah dalam memahami orang-orang memanfaatkan layanan dari mereka. Terakhir ada Facebook And and Measurement Tools yang menjadikan situs dan aplikasi menampilkan iklan dari para pengiklan di Facebook dan mengetahui tingkat efektifitas tampilan komersialnya.

Intinya ketika kita mengunjungi situs atau aplikasi yang menggunakan layanan Facebook, maka Facebook akan tetap menerima informasi meskipun kita sudah keluar atau tidak memiliki akun Facebook. Hebat bukan? Hal ini karena situs dan aplikasi yang kita gunakan tersebut tidak mengetahui siapa saja yang menggunakan Facebook.

Sebenarnya bukan hanya Facebook saja yang memilikinya. Sejumlah platform lain juga memiliki layanan yang mirip serta berpotensi digunakan untuk kepentingan bisnis. Tentunya pihak mereka juga bisa menerima informasi dari situs dan aplikasi buatannya tersebut. Seperti misalnya Twitter yang juga memiliki tombol Like dan Share. Atau raksasa mesin pencari Google yang memiliki fitur analytics yang melegenda. Amazon yang memiliki fitur login serupa dengan Facebook.

Pada kenyataannya memang kita hidup dengan bayang bayang kebocoran data online setiap saat. Oleh karena itu bijaklah dalam menggunakan berbagai aplikasi dan situs yang ada di dunia maya. Jangan sampai data penting yang kita miliki dipergunakan oleh mereka sang "penguasa" internet tersebut demi kepentingan bisnis mereka sendiri.

Demikian artikel ini ditulis oleh admin iweblogsite, semoga menambah kesadaran kita dalam menjaga data privasi yang bisa sewaktu-waktu dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Terimakasih telah berkunjung.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar