Skip to main content

Blog Gue

follow us

Pertimbangkan 5 Hal Sebelum Meminjam Uang Online

Pertimbangkan 5 Hal Sebelum Meminjam Uang Online - Meminjam uang atau bahasa populer lainnya biasa disebut berutang bukanlah sebuah hal yang baru lagi, hampir semua orang pernah melakukannya.

Di saat ada kebutuhan yang mendesak, tapi keadaan keuangan sedang terbatas bahkan minim, maka yang terpikir untuk solusinya adalah pinjam uang.

Dan untuk sekarang ini, akses untuk meminjam uang sangatlah mudah, bukan hanya melalui perbankan, tapi juga sudah bisa melalui online, sehingga untuk masalah keuangan bisa cepat teratasi.

Namun tentu saja bukan tanpa alasan jika seseorang memutuskan untuk berutang atau meminjam uang. Banyak hal yang bisa melatarbelakanginya, seperti kebutuhan modal untuk membuka usaha, membeli barang-barang dengan harga yang mahal, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Berutang atau meminjam uang adalah sah-sah saja, selagi uang tersebut untuk kegiatan yang produktif, bukan konsumtif.

Namanya juga meminjam uang, maka seorang debitur memiliki kewajiban untuk membayarnya atau mencicilnya sampai lunas jika tidak ingin ada masalah suatu hari nanti.

Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk melakukan pinjaman uang atau berutang secara online, sebaiknya lebih dulu mencari tahu info KTA atau mengenai layanan pinjaman yang ditawarkan sebuah perusahaan dengan perusahaan lainnya, membandingkan untung ruginya agar tidak ada penyesalan di kemudian hari.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melarang penyelenggara pinjaman online resmi untuk mengakses daftar kontak, berkas gambar dan informasi pribadi dari ponsel pengguna atau nasabah. Mereka juga wajib memenuhi seluruh ketentuan mengenai Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan.

OJK juga menghimbau agar memastikan meminjam uang di perusahaan yang terdaftar atau berizin di OJK, serta membagikan tips bagi calon nasabah yang ingin meminjam uang secara online.

Berikut 5 saran untuk dipertimbangkan sebelum meminjam uang online:

  1. Pastikan meminjam uang di perusahaan yang terdaftar di OJK
    Silahkan cek legalitas perusahaan pemberi pinjaman melalui telepon Kontak OJK 157 atau di website OJK (www.ojk.go.id).
  2. Pinjam sesuai kebutuhan produktif dan maksimal 30% dari penghasilan
    Pinjam untuk kebutuhan yang produktif, bukan konsumtif, dan tidak melebihi 30% dari penghasilan agar tidak memberatkan di kemudian hari, serta pertimbangkan tanggungan atau cicilan lain yang sudah ada yang juga harus dibayar.
  3. Usahakan untuk melunasi cicilan tepat waktu
    Bayarlah cicilan tepat waktu untuk menghindari denda yang membengkak. Agar tidak lupa membayar, pasang alarm kalender di ponsel atau beri tanda pada kalender di rumah atau kantor.
  4. Jangan lakukan gali lubang tutup lubang
    Jangan membayar pinjaman dengan pinjaman yang baru untuk menghindari terlilit hutang. Membayar cicilan harus menjadi sebagai prioritas utama setelah menerima gaji.
  5. Ketahui Bunga, Denda Pinjaman, dan Pahami Kontrak Perjanjian
    Sebelum meminjam, sebaiknya pelajari dan survei terlebih dahulu bunga dan denda yang ditawarkan. Sebaiknya pilih pinjaman online yang menawarkan bunga dan denda yang paling rendah untuk meringankan cicilannya. Dan baca dengan teliti kontrak perjanjian yang ditawarkan, dan ajukan pertanyaan apabila ada hal yang belum jelas.

Maraknya perusahaan financial technologi alias fintech yang meminjamka uang dengan memberikan bunga pinjaman yang tinggi ini juga menjadi perhatian dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat ini.

Saat ini terdapat ciri utama yang harus diketahui oleh masyarakat agar tidak menjadi korban fintech ilegal, yaitu mereka pasti memberikan bunga pinjaman yang sangat tinggi hingga proses penagihan yang tidak wajar.

Referensi: Warnabiru.com

Agar mudah mengakses Blog Gue di smartphone, klik ikon 3 titikdi browser Chrome kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya bisa mengakses Blog Gue dari layar utama smartphone dengan klik ikon Blog Gue.

You Might Also Like: