Skip to main content

Blog Gue

follow us

Macam-Macam Zakat dan Ketentuannya di Indonesia

Macam-Macam Zakat dan Ketentuannya di Indonesia - Bagi setiap umat muslim adalah hal wajib untuk mempraktekan lima rukun Islam yang tentunya hal tersebut merupakan pilar-pilar agama. Dan salah satu dari kelima rukun Islam itu adalah menunaikan zakat.

Zakat merupakan rukun Islam yang keempat serta hal tersebut adalah wajib dilakukan oleh setiap umat muslim dalam upaya meraih ridho Allah SWT.

Namun meskipun demikian, ternyata tidak sedikit orang juga yang menganggap kalau zakat adalah sunnah. Padahal sudah jelas bahwa zakat ini sifatnya wajib dikeluarkan sebagai upaya dalam menegakkan syariat Islam yang sudah diatur di dalam Alquran.

Selain dari itu, kenyataannya banyak orang yang juga menganggap bahwa menunaikan zakat itu dilakukan hanya pada waktu menjelang hari raya Idul Fitri saja.

Nah, berikut ini adalah pengertian dan macam macam zakat agar nantinya kita tidak keliru dalam memaknainya dan menunaikannya.

Istilah zakat secara sederhana adalah berupa sejumlah harta yang hukumnya wajib dikeluarkan oleh setiap umat Islam untuk kemudian diberikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya, seperti misalnya orang yang fakir miskin. Sedangkan artian zakat dari segi bahasa adalah bersih, suci, subur, berkat, dan berkembang.

Hukum dari zakat sendiri adalah hal yang wajib tanpa pengecualian untuk setiap umat Islam yang mampu. Dan dari penjelasan dari berbagai sumber menyebutkan bahwa zakat itu adalah kewajiban individu (fardhu 'ain) untuk semua muslim yang memiliki harta.

Nantinya zakat tersebut akan dikumpulkan oleh petugas zakat yang sudah ditentukan untuk kemudian hasilnya akan diserahkan kepada golongan yang berhak atau orang yang membutuhkan.

Macam-macam zakat ini tentunya dibedakan menjadi 2 macam zakat, yaitu zakat fitrah dan zakat maal.

Zakat fitrah ini disebut juga dengan istilah zakat Nafs (jiwa), yaitu zakat yang wajib ditunaikan oleh setiap umat muslim pada saat menjelang Idul Fitri pada setiap bulan suci Ramadan  untuk membersihkan diri dengan cara memberikan beras atau memberikan makanan pokok kepada orang yang berhak atau orang yang membutuhkan.

Ketentuan besarnya zakat fitrah yang dikeluarkan oleh setiap muslim adalah sebanyak 1 sha' atau bisa diartikan 2,5 kg atau 3,5 liter beras atau makanan pokok.

Sementara zakat maal sendiri merupakan zakat yang berupa pemberian harta dari hasil pendapatan umat Islam. Sebagai contoh misalnya pendapatan dari hasil perdagangan, hasil pertanian, hasil laut, peternakan, dan lain sebagainya. Nantinya hasil akan diserahkan kepada orang yang membutuhkan yang tentunya yang sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

Zakat maal ini ditunaikan ketika sudah mencapai nishab (batas minimum) serta orang tersebut sudah terbebas dari hutang dan kepemilikannya pun sudah mencapai 1 tahun (haul).

Adapun untuk cara dalam menghitung zakat maal yang harus dikeluarkan adalah 2,5% x jumlah harta yang sudah tersimpan selama 1 tahun.

Agar mudah mengakses Blog Gue di smartphone, klik ikon 3 titikdi browser Chrome kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya bisa mengakses Blog Gue dari layar utama smartphone dengan klik ikon Blog Gue.

You Might Also Like: